Senin, 23 Mei 2011

FILSAFAT

FILSAFAT

A. PENGERTIAN FILSAFAT

1.1 Arti Etimologi

Kata filsafat berasal dari kata yunani “Filosofia” yang berasal dari kata kerja “Filosofein” yang berarti mencintai kebijaksanaan. Kata tersebut juga berasal dari kata kerja “Philein” yang berarti mencintai, atau “philia” yang berarti cinta, dan sophia yang berarti meanten” dari kata tersebut lahirlah kata inggris “Philosophy” yang biasanya diterjemaahkan sebagai “cinta kearifan”.

1.2 Arti Terminologi

Pengertian filsafat secara terminologi, menurut para filusuf merumuskan pengertian filsafat sebagai berikut :

a. Konsep Plato

Memberikan istilah dengan dialektika yang berarti sendi berdiskusi, karena filsafat harus berlangsung sebagai upaya memberikan kritik terhadap berbagai pendapat yang berlaku, seorang filosof akan selalu mencari sebab-sebab dan asas-asas yang penghabisan (terlahir) dari benda-benda.

b. Konsep Aristotle’s

Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, etika, ekonomi, politik dan estetika.

c. Konsep Cicero

Cicero menyebutnya sebagai “Ibu dari semua seni” (The Mother of all the art). Juga sebagai art viate yaitu filsafat sebagai seni kehidupan.

d. Konsep Al-Farabi

Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki hakikat yang sebenarnya dari segala yang ada (Al-Ilmu bil-Maujudat bi ma hiya al-maujudat)

e. Konsep Rene Peccaries

Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan, dimana tuhan alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.

f. Konsep Francis Bacon

Filsafat merupakan induk agung dari ilmu-ilmu dan filsafat menangani semua pengetahuan

g. Konsep Immanuel Kant

Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan, yang mencakup masalah epistomologi, masalah etika dan masalah ketuhanan (keagamaan)

h. Konsep John Dewey

Filsafat haruslah dipandang sebagai suatu pengungkapan mengenai perjuangan manusia untuk membuat penyesuaian-penesuaian diantara.yang lama dan yang baru dalam suatu kebudayaan

i. Langevelid

Filsafat adalah berfikir tentang masalah yang akhir dan yang menentukan

j. Hasbullah Bakry

Filsafat adalah ilmu yang menyelediki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan dan manusia.

Rumusan tentang filsafat pada prinsipnya adalah pengetahuan yang menyelidiki denga akal budi/ rasio mengenai sebab, asas hokum dari segala yang ada di alam semesta. Tentang keberadaan dan kebenaran untuk mencari hakikat dari ilmu tersebut.

B. ASAL MULA FILSAFAT

a. Rasa ketakjuban yang diekspresikan melalui rasa kagum (wah)

b. Ketidak puasan

c. Menimbulkan hasrat bertanya

d. Adanya rasa keraguan

C. SIFAT DASAR FILSAFAT

a. Pemeliharaan yang radikal (mendasar)

b. Mencari asas

c. Menemukan kebenaran

d. Mencari kejelasan

e. Berfikir tasronah

D. PERANAN FILSAFAT

a. Sebagai pendobrak suatu ilmu pengetahuan

b. Alat untuk berfikir secara bebas menurut pendapat masing-masing

c. Sebagai pembimbing karena umumnya seorang filosof mengacu pada filosof sebelumnya.

E. KEGUNAAN FILSAFAT

a. Dapat menambah ilmu pengetahuan sehingga dapat membantu penyelesaian masalah dengan cara yang lebih bijaksana

b. Sebagai ilmu praktis yang dapat memberikan banyak alternatif

c. Ide-ide yang timbul dalam pemikiran filsafat dapat merangsang agar manusia lebih peka, lebih hidup terhadap diri dan lingkungannya.

F. ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

1. Eksistensialisme

Adalah aliran ang berpendirian bahwa filsafat harus bertitik tolak pada manusia yang konkrit. Yaitu manusia sebagai eksistensinya mendahului esensinya.

2. Pragmatisme

Adalah aliran yang beranggapan bahwa benar atau didaknya suatu ucapan, dalil atau teori semata-mata bergantung kepada berfaedah dan tidaknya hal tersebut bagi manusia dalam kehidupannya.

3. Fenomonologi

Adalah aliran yang pada umumnya berpendapat bahwa hasrat yang kuat untuk mengerti yang sebenarnya, dan keyakinan dapat dicapai jika kita mengamati fenomena (gejala alam) dengan realitas.

4. Positivisme

Aliran yang berpendirian bahwa filsafat itu hendaknya semata-mata mengenai dan berpangkal pada peristiwa-peristiwa positif. Aliran ini dipelopori oleh August conte (1798-1857).

5. Aliran Filsafat Hidup

Berpendapat bahwa berflsafat barulah mungkin, jika dipadukan dengan seluruh kepribadian sehingga tidak hanya menyangkut hal berfikir saja tapi juga hati dan iman.

6. Riosionalisme

Rene Descrates yang mendirikan aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya, adalah akal. Hanya pengetahuan yang diperoleh lewat akal lah yang memenuhi syarat yang dituntut oleh semua ilmu pengetahuan ilmiah yaitu dengan metode deduktif.

7. Empirisme

Tokohnya adalah Thomah Hobbes, John Locke dan David Hume, beranggapan bahwa pengetahuan yang bermanfaat, pasti dan benar hanya diperoleh lewat indera (Empiris) dan empirilah satu-satunya sumber pengetahuan.

8. Kritisisme

Dipelopori oleh Imanuel Kent yang mendasarkan diri pada nilai yang tinggi dari akal, tetapi ia tidak mengingkari adaya persoalan yang melampaui akal, sehingga akal mengenal batas-btasnya karena itu aspek irasionalitas dari kehidupan dapat diterima kenyataannya.

9. Idealime

Mencapai puncak perkembangannya pada Hegel (Stutgart, Jerman), yang berpendapat segala peristiwa di dunia ini hanya dapat dimengerti jika suatu syarat dipenuhi, yaitu jika peristiwa-peristiwa itu sudah secara otomatis mengandung penjelasan-penjelasannya.

10. Evolusionisme

Aliran ini di plopori oleh seorang Zoologi yaitu Charles Robert Darwin (1809-1882) konsepnya tentang perkembangan segala sesuatu termasuk manusia yang diatur oleh hukum mekanik. Yaitu : Survival of the fittest dan Struggle for life. Pada hakikatnya antara binatang dan manusia dan bendapun tidak ada bedanya.

11. Materialisme

Materialisme alam Julien de Lamettine (1709-1751), beranggapan bahwa manusia dan binatang tidak ada bedanya, karena semuanya dianggap mesin hidup. (Bergerak) walau sebentar, sedangkan jiwa tanpa bahan (badan) tidak mungkin ada.

Materialisme historis/dialektis dipelopori oleh Kan Marx, berpendapat bahwa tugas seorang filosof bukan untuk menerangkan dunia, tetapi untuk mengubahnya, hidup manusia itu ternyata ditentukan oleh keadaan ekonomi. Dari segala hasil tindakan Ilmu, Seni, Agama, Kesusilaan, Hukum, Politik, semuanya itu hanya endapan dari keadaan itu, sedangkan keadaan itu sendiri ditentukan benar-benar dalam sejarah.

G. CABANG-CABANG FILSAFAT

Cabang-cabang filsafat menurut para ahli adalah sebagai berikut ;

1. Louis O katt soff. Membagi filsafat menjadi 11, yaitu : Filsafat Logika, Filsafat Metodologi, Filsafat Metafisika, Filsafat Epistemologi, Filsafat Biologi, Filsafat Antropologi, Filsafat Sosiologi, Filsafat Antrologi, Filsafat Etika, Filsafat Estetika, dan Filsafat Agama.

2. The Liang Gie, Membagi filsafat sistematis menjadi 7 yaitu : Filsafat tentang hal ada (Metafisika) teori pengetahuan (Epistimologi), Teori tentang Metode (Metodologi), Teori tentang Penyimpulan (Logika), Teori tentang pertimbangan (Etika) Teori tentang Keindahan (Estetika), dan sejarah filsafat.

3. Poedjawijatna, membagi filsafat menjadi 7 yaitu : Metaphysica, Ontologia, Antropologia, Ethica, Aesthetica, Logica mayor dan Logica Minor,

4. Plato. Membedakan lapangan-lapangan filsafat ke dalam 3 macam cabang yaitu : Dialektika, Fisika dan Etika.

5. Harry Hamersma. Membagi cabang filsafat menjadi 4 kelompok yaitu : Filsafat tentang pengetahuan (Epistimologi, logika dan kritik ilmu-ilmu). Filsafat tentang integralitas kenyataan (Ontologi, Teologi, Metafisik, Antropologi dan kosmologi). Filsafat tentang tingkah laku (Etika dan Estetika) dan sejarah filsafat.

6. Aristoteles merumuskan filsafat kedalam tiga macam cabang yaitu : Logika, Filsafat teoritis, (Imu Fisika, Ilmu Mtematika dan Imu Metafisika) dan filsafat praktis (Imu Etika, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Politik).

H. OBJEK STUDI

1. Objek Material : Yaitu segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.

“Ada” disini mempunyai tiga pengertian yaitu : ada dalam kenyataan, pikiran dan kemungkinan tentang objek material ini banyak yang sama. Dengan objek, material sains atau pengetahuan perbedaannya adalah dua hal, Pertama: Sains menyelidiki objek material yang empiris, Filsafat menyelidiki objek juga tetapi bukan bagian yang empiris melainkan bagian yang abstraknya. Kegua, ada objek material filsafat, yang memang tidak dapat diteliti oleh sains, seperti tuhan, hari akhir, yaitu objek material yang untuk selama-lamanya tidak empiris. Jadi objek material filsafat tetap saja lebih luas dari objek material sains.

2. Objek Format : Sifat penyelidikan yang menyeluruh secara umum dan mendalam, menyeluruh disini berarti bahwa filsafat dalam memandangnya, dapat mencapai hakikat (mendalam), atau tidak ada satupun yang berada di luar jangkauan pembahasan filsafat umum disini berarti bahwa dalam hal tertentu, hal tersebut dianggap benar selama tidak mungkin keudukan filsafat sebagai ilmu.

Menurut Ir. Poedjawijatna, objek materi filsafat adalah ada dan mungkin ada, objek materi filsafat tersebut sama dengan objek materi dari ilmu seluruhnya, yang membedakan ilmu yang satu dengan yang lainnya adalah objek formatnya. Sehingga, kalau ilmu membatasi diri dan berhenti pada berdasarkan pengalaman (empiris) sedangkan filsafat tidak membatasi diri, filsafat hendak mencapai keterangan yang sedalam-dalamnya, inilah objek format filsafat.

I. KAJIAN FILSAFAT

1. Ontologi

Ontologi membahas tentang objek apa yang ingin diteladah oleh ilmu ? bagaimana wujud hakikat dari objek tersebut ? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangkap manusia, (Seperti berfikir, merasa dan mengindra) yang membuahkan pengetahuan.

Ontologi membahas bidang kajian ilmu atau objek ilmu, objek-objek itu dipikirkan secara mendalam sampai pada hakikatnya.

2. Epistimologi

Epistimologi lazim juga disebut teori pengetahuan yang secara umum membicarakan mengenai sumber-sumber, karakteristik dn kebenaran pengetahuan, epistimologi membahas secara mendalam, segenap proses yang terlibat dalam usaha kita memperoleh pengetahuan, seperti pernyataan-pernyataan. Bagaimana proses yang memungkinkan timbulnya pengetahuan yang berupa ilmu ? Bagaimana prosedurnya ? hal-hal apa yang harus dipehatikan agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar ? apa yang disebut kebenaran itu sendiri ? apakah kriterianya ? Cara/Teknik/Sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu ?

Setiap kegiatan dalam mencari pengetahuan tentang apapun manusia melakukan tiga cara yaitu : Cara Sains, Cara Filsafat (logika dan akal) dan cara latihan rasa (Intuisi)

3. Aksiologi

Permasalahan aksiologi meliputi

1) Sifat Nilai

2) Tipe Nilai

3) Kriteria Nilai

4) Status Metafisika

Nilai pada dasarnya ilmu ilmu harus digunakan untuk kemaslahatan umat manusia, ilmu dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan taraf hidup manusia dengan menitikberatkan pada kodrat dan martabat.

Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan aksiologi adalah untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan ? bagaimana kaitan antara cafa penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral ? bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? bagaimana kaitan antara teknik prosedurlal, yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma dengan norma moral/profesional?

J. METODE FILSAFAT

1. Metode kritis : yaitu dengan menganalis istilah dan pendapat, dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan secara terus menerus sampai hakikat yang ditanyakan.

2. Metode Intuitif : yaitu dengan melakukan intios peksi intuitif, dengan memahami simbol-simbol.

3. Metode Analisis abstaraksi : yaitu dengan jalan, memisah-misah atau menganalisis di dalam angan-angan (didalam fikiran) hingga sampai pada hakikat (ditemukan jawaban)

4. Metodi Sistematis : yaitu dengan jalan menyusun suatu pola pengetahuan yang rasional, yang masing-masing unsur saling berkaitan satu dengan yang lain secara teratur dalam satu keseluruhan.

5. Metode Historis : yaitu dengan jalan mendekatkan sejarah, kelahiran dan perkembangan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat ini, dari zaman yunani kuno sampai zaman modern.

K. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN FILSAFAT ILMU, ILMU FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN DARI SEGI ONTOLOGI

1. Filsafat ilmu : Bagian dari Epistimologi (Filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu (Pengetahuan Ilmiah)

2. Imu Filsafat : Merupakan pengetahuan yang jalan berfikirnya mempunyai ciri-ciri sistematis, Konsepsional, koheren (berhubungan), rasional dan mengarah pada pandangan dunia, dan bergerak dari tidak tahu selanjutnya ke hakikat.

3. Filsafat pendidikan : yaitu yang menyelidiki hakiakat pelaksanaan pendidikan yang bersangkut paut dengan tujuan, latar belakang, cara dan hasilnya serta hakikat ilmu pendidikan yang bersangkut paut dengan analisis kritis terhadap struktur dan kegunaanya.

  1. Persamaan Secara Ontologi

1. Ketiganya merupakan ilmu pengetahuan

2. Ketiganya menggunakan daya tangkap manusia (seperti berfikir, merasa, dan mengindra) untuk menumbuhkan pengetahuan

3. Ketiganya dikaji secara mendalam sampa pada hakikatnya

4. Ketiganya mempunyai ciri-ciri keilmuan yang sama

b. Perbedaan Ontologi

Secara Metodologi ilmu tidak membedakan antara ilmu yang satu dengan yang lainnya. Namun karena permasalahan-permasalahan teknis yang bersifat khas, maka filsafat ilmu ini membagi menjadi berbagai cabang bidang kajian.

4. PENDAPAT SAYA BILA DITINJAU DARI FILSAFAT ILMU TENTANG KESEIMBANGAN DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Filsafat ilmu merupakan cara berfikir secara global/ menyeluruh atau berfikir yang dilihat dardi berbagai sudut pandang pemikiran atau sudut pandang ilmu pengetahuan dan sebagai barfikir yang sangat mendalam sampai hakikat, oleh karenanya suatu permasalahan (Misalnya : masalah kenakalan remaja) tidak boleh dipandang dengan satu disiplin ilmu saja, tetapi beberapa disiplin ilmu : Ilmu agama, Ilmu hukum, Ilmu antropologi, ilmu genetika dan lain-lain.

Berfikir yang demikian ini sebagai upaya untuk dapat berfikir secara tepat benar serta dapat dipertanggungjawabkan.

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia dewasa ini memang banyak dipengaruhi oleh keadaan individual masing-masing siswa, lingkungan, zaman, sistem pendidikan dan sistem pemerinathannya. Sehingga dalam menciptakan sistem pendidikan yang seimbang harus mengandung empat pertanyaan ilmiah, yaitu : bagaimanakah, mengapakah, kemanakah dan apakah.

Dengan demikian akan diperoleh suatu sistem pendidikan yang benar-benar seimbang dari berbagai sudut pandang dan scara menyeluruh.

L. JALINAN ANTARA ILMU FILSAFAT DAN AGAMA

Ilmu, Filsafat dan agama mempunyai hubungan yang terkait dan relatif dengan manusia dikatakan terkait karena ketigana tidak dapat bergerak dan berkembang tanpa adanya tiga alat dan tenaga manusia, yaitu akal, pikir, rasa dan keyakinan.

Ilmu dan filsafat dapat bergerak dan berkembang berkat akal fikiran manusia, juga agama dapat bergerak dan berkembang berkat adanya keyakinan, Akan tetapi ketiga alat dan tenaga tersebut tidak dapat berhubungan denganilmu, filsafat dan agama apabila tidak didorong dan dijalankan oleh kemauan manusia.

Dikatakan reflektif,karena ilmu filsafat dan agama baru dirasakan faedahnya dalam kehidupan manusia apabila ketiganya merefleksi lewat pantul diri dalam diri manusia.

Menrurt Prof. Nasroen, SH. Mengemukakan bahwa filsafat yang sejati harslah berdasarkan pada agama, apabila tidak berdasarkan agama dan hanya semata-mata berdasarkan atas akal fikir saja, filsafat tersebut tidak akan memuat kebenaran obyektif, disamping itu filsafat tersebut tidak akan sanggup memberi kepuasan bagi manusia, terutama dalam rangka pemahamannya terhadap yang ghaib.

Menurut Albert Einstein, “Ilmu tanpa agama akan sesat, agama tanpa ilmu akan buta”. Kebenaran (Relativitas) ilmu pengetahuan bermuara kepada filsafat, dan kebenaran (Relatifitas) ilmu pengetahuan serta filsafat bermuara pada agama.

M. CAKUPAN DAN PERMASALAHAN FILSAFAT ILMU

1. Persoalan tentang “ada”

Persoalan tentang “ada” (Being) menghasilkan cabang filsafat metafisika yang membahas tentang hakikat pikiran serta kaitan antara zat dan fikiran.

2. Persoalan tentang pengetahuan

Persoalan tentang pengetahuan (Knowledge) menghasilkan cabang filsafat epistimologi yang membahas tentang terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan keahlian pengetahuan, teori kebenaran.

3. Persoalan tentang metode

Persoalan tentang metode menghasilkan cabang filsafat metodologi yang membahas tentang penyusunan kajian atau tela’ah secara sistematik dari beberapa proses dan asas-asas logis dan percayaan yang sistematis yang menuntun suatu penelitian dan kajian ilmiah.

4. Persoalan tentang keindahan

Persoalan tentang keindahan penyimpulan menghasilkan cabang filsafat logika (logis) yang membahas tentang apa yang disebut benar dan apa yang disebut salah.

5. Persoalan Tentang Moralaitas

Persoalan tentang moralitas menghasilkan cabang filsafat etika yang membahas mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk. Etika disini lebih cenderung bersifat analitis daripada praktis. Sehingga etika merupakan ilmu yang berkerja secara rasional dan bersifat unifersal yang telah dibatasi ruang dan waktu.

6. Persoalan Tentang Keindahan

Persoalan tentang keindahan menghasilkan cabang filsafat estetika yang membahas mengenai keindahan dan ketidak indahan terutama dalam masalah seni, rasa, norma-norma dan nilai dalam seni.

7. Persoalan Tentang Politik

Persoalan tentang politik menghasilkan cabang filsafat politik yang membahas mengenai organisasi sosial/pemerintahan yang ideal

8. Persoalan Tentang Sejarah

Persoalan tentang sejarah yang menghasilakan cabang filsafat sejarah yang membahas tentang peristiwa yang berikaitan dengan pemikiran filsafat, sehingga akan diketahui pemikiran-pemikiran yang genius yang dapat mengubah dunia dengan ide/gagasannya yang cemerlang

DAFTAR PUSTAKA

Jujun S Suria Sumantri, Filsafat Ilmu Subuah Pengatar Populer, PT. Sinar Harapan,

Jakarta

Asmoro Achadi, Filsafat Umum, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Makalah kelompok I Program Studi, PGMI PL. Semester V tentang, Jalinan Ilmu

Filsafat dan Agama

Makalah Kelompok II Program Studi PGMI PL Semeseter V tentang, cakupan dan

Permasalahan filsafat Ilmu

Makalah Kelompok III Program Studi PGMI PL Semester V tentang, berbagai

Pendekatan Filsafat Ilmu

Makalah Kelompok IV Program Studi PGMI PL, Semseter V tentang, Sejarah dan

Perkembanga Filsafat Ilmu

1 komentar:

  1. mantap lengkap makalahya... kunjungan balik. www.fileskripsi.com

    BalasHapus