Senin, 23 Mei 2011

LINGKUNGAN HIDUP

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia.

Kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksplorasi sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu.

Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad, 1999). Masalah lingkungan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi, penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global dan perang.

1.2 Tujuan Penulisan

1) Memahami definisi lingkungan hidup

2) Makalh ini berusaha menguraikan masalah pengelolaan hidup serta kemungkinan alternatif solusinya


BAB II

PEMBAHASAN

LINGKUNGAN HIDUP

2.1 Definisi Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Berdasarkan pengertian lingkungan hidup, terdiri dan unsur-unstir biotik (mahiuk bidup), unsur-unsur abiotik (mahiuk talk hidup), dan unsur-unsur budaya. unsur-unsur lingkungan hidup diantaranya yaitu:

1. Unsur-unsur Biotik

Unsur-unsur biotik adalah unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup untuk media saling berhubungan seperti manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik. Unsur biotik sangat berpengaruh bagi kebidupan kita karena kalau tidak ada unsur biotik maka kita tidak bisa berkembang biak secara sempurna.

1. Unsur-unsur Abiotik

Unsur-unsur abiotik adalah unsur yang terdapat dalam lingkungan hidup untuk media berlangsungnya kehidupan seperti tanah, air, udara, sinar matahari, dan lain-lain. Unsur abiotik juga berpengaruh bagi kehidupan karena unsur abiotiklah kebutuhan utama dalam berlangsungnya kehidupan.

2. Unsur-Unsur Budaya

Unsur budaya adalah sistem nilai, gagasan, dan keyakinan yang demikian manusia dalam menentukan perilakuknya sebagai mahluk sosial seperti bangunan, baju, mobil, rumah, dan lain-lain. Unsur budaya dapat membentuk perilaku seseorang dalam menjalani kehidupan.

2.2 Arti Penting Lingkungan Hidup

1. Lingkungan sebagai wahana bagi kelanjutan kehidupan.

Lingkungan hidup merupakan tempat berinteraksinya Mahluk hidup yang membentuk suatu sistem jaringan kehidupan. Didalamnya terdapat siklus yang menunjang kehidupan. Siklus-siklus ini merupakan sitem yang mengatur proses kelanjutan kehidupan. Meskipun kita hidup dengan berbagai suku, bangsa, agama yang berbeda, namun kita harus saling berinteraksi untuk melanjutkan kehidupan.

2. Lingkungan sebagai tenpat tinggal

Lingkungan merupakan tempat tinggal semua makhluk hidup mulai tingkat rendah ampai ke tingkat tinggi. Lingkungan aman dan nyaman merupakan tempat tinggal yang diperhatikan oleh mahluk hidup. Dengan demikian kita dapat berinteraksi dan berkembang biak untuk meneruskan keturunan.

2.3 Dampak Lingkungan Hidup

· Positif

Kebersihan dapat menghindarkan kita dan bahaya kesehatan yang mengancam kita, kebersihan dapat menjadikan lingkungan hidup menjadi nyaman dan bersih.

· Negatif

Kesehatan kita dapat sering trganggu karena kebersihan lingkungan hidup kita tercemar. Keindahan lingkungan hidup menjadi tidak enak dipandang.

Keberadaan lingkungan hidup sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang terjadi di dalamnya. Seringkali aktifltas tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup terdiri atas dua jenis, yaitu kerusakan akibat alam dan kerusakan akibat manusia.

2.4 Macam-Macam Lingkungan Hidup

1. Lingkungan Hidup Alami

Lingkungan hidup alami merupakan lingkungan bentukan alam yang terdiri atas berbagai sumber alam dan ekosistem dengan komponen-komponenya, baik fisik, biologis. Lingkungan hidup alami bersifat dinamis karena memiliki tingkat heterogenitas organisme yang sangat tinggi.

2. Lingkungan Hidup Binaan/Buatan

Lingkungan hidup binaan/buatan mencakup lingkuilgan buatan manusia yang dibangun dengan bantuan atau masukan teknologi, baik teknologi sederhana manpun teknologi modern. Lingkungan hidup binaan/buatan bersifat kurang beraneka ragam karena keberadaannya selalu diselaraskan dengan kebutuhan manusia.

3. Lingkungan HidpuSosial

Lingkungan hidup sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial dalam masyarakat. Lingkungan hidup sosial ini dapat membentuk lingkungan hidup binaan tertentu yang bercirikan perilaku manusia sebagai makhluk sosial. Hubungan antara individu dan masyarakat sangat erat dan saling mempengaruhi serta saling bergantung.

2.5 Manfaat Lingukungan Hidup

Manfaat lingkungan hidup dapat di anggap sebagai drajat baik dan buruknya lingkungan hidup yang didalamnya terdapat sumber daya alam yang layak dimanfaatkan manusia. Namun secara sederhana manfaat lingkungan hidup diartikan sebagai drajat kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang hidup disuatu wilayah secara optimal. Manfaat lingkungan hidup dibedakan berdasarkan lingkungan biofisik, sosial ekonomi, dan budaya.

1. Lingkungan Biofisik terdiri dari komponen-komponen lingkungan hidup alamiah, yaitu biotik dan abiotik yang saling mempengaruhi satu sama lain.

2. Lingkungan Budaya Adalah segala kondisi baik berupa materi (Benda) maupun non materi yang dihasilkan karena budidaya oleh manusia.

3. Lingkungan Sosial Ekonomi adalah lingkungan manusia dan hubungan antara sesama guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

2.6 Pengelolaan lingkungan hidup

Pengertian pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup, pengelolaan lingkungan hidup perlu di lakukan sejak dini agar pembangunan yang makin pesat pelaksanaan nya dapat memanfaatkan lingkungan hidup melalui penaatan, Pemeliharaan, pengawasan, pengendalian pemulihan, dan pengembangan, pembangunan tidak saja resiko terjadinya kerusakan lingkungan hidup.

2.7 Pencemaran Lingkungan Hidup

Pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya makhluk hidup, zat energi, dan komponen lain kedalam lingkungan atau berubahnya tanaman lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kegiatan lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

(Undang-undang pokok pengelolaan lingkungan hidup No. 04 tahun 1982)

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan disebut polutan, yaitu bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap mahkluk hidup. Contohnya, korban diaksida dengan kada 0, 003 % diudara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0, 033 % dapat memberi efek, merusak.

Suatu zat yang disebut polutan apabila :

v Jumlahnya melebihi yang tidak tepat

v Berada pada waktu yang tidak tepat

v Berada pada tempat yang tidak tepat

Sifat polutan adalah :

v Merusak untuk sementara tetapi bila telah beraksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi

v Merusak dalam jangka waktu lama.

2.8 Macam Bahan Pencemar Lingkungan Hidup

Macam bahan pencemaran lingkungan hidup yaitu :

v Kimia : Berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr, dan

Hi), pupuk anoranik, pestisida, detergen dan minyak

v Biologi : berupa mikroorganisme

v Fisik : Berupa kaleng, Botol, Plastik dan karet

Penanggulan lingkungan hidup

v Menempatkan daerah industri dari perumahan atau pemukinan warga

v Pembangunan limbah industri diatur sehingga tidak mencemari lingkungan/ekosistem

v Memperluas gerakan penghijauan

v Memberi kesadaraan terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga masyarakat lebih bias mencintai llingkungan hidupnya.


BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

3.2 Saran

Dengan terselesaikannya makalah ini, kami berharap kepada semua para pembaca yang menyimak isi dari makalah ini, berharap agar bisa menjaga dan melestarikan lingkungan di sekitarnya, karena lingkungan sangat berpengaruh besar terhadap kelangsungan setiap kehidupan, tanpa lingkungan yang mendukung dan baik kita tidak dapat hidup dengan nyaman dan tentram.

DAFTAR PUSTAKA

- Sanitary Condition of The Labouring Population of Great Britain (Edwin Chadwick, 1842) : Dewan Umum Kesehatan mengontrol kondisi perumahan, SPAL, air bersih dan tenaga kesehatan.

- Sanitary Condition of The Labouring Population in New York (John C. Griscom, 1848) dan Report of The

- Sanitary Commission on Massachussets (Samuel Shattuck, 1850)

- Gordon dan Le Richt (1950) : teori ekologi untuk menjelaskan peristiwa penyakit.

- Blum (1974) : Planning For Health, Development and Application of Social Change Theory.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar