Senin, 23 Mei 2011

MENGELOLA PEMBELAJARAN SECARA EFEKTIF

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pendidikan berbasis kompetensi menekankan pada kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu jenjang pendidikan. Kompetensi yang sering disebut dengan standar kompetensi adalah kemampuan yang secara umum harus dikuasai oleh lulusan, kompetensi tersebut merupakan kebulatan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang didemonstrasikan, ditunjukan atau ditampilkan oleh siswa sebagai hasil belajar, aspek lain yang juga tidak boleh dilupakan oleh pelaku pendidikan yaitu: kecakapan hidup yang dimiliki oleh siswa yang merupakan suatu pengalaman belajar siswa .

Perubahan kurikulum menjadi kurikulum berbasis kompetensi sudah barang tentu akan membawa konsekwensi pwrlu adanya perubahan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar maupun dalam mengevaluasi hasil pembelajarannya. Sehubungan dengan hal itu, perlu disusun buku-buku petunjuk pelaksanaan secara jelas bagi para pelaku pendidikan dalam merencanakan, mengorganisasikan dan menilai proses belajar mengajar agar dapat mencapai kompetensi sebagaimana yang tertuang dalam kurikulum.

1.2 Perumusan Masalah

Mengingat sangat kompleksnya masalah yang akan dibahas maka dalam hal ini perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :

  1. Prinsip-prinsip apa yang akan dipakai dalam mengelola pembelajaran?
  2. Pemberian pembelajaran yang bagaimanakah yang akan diberikan kepada siswa?
  3. Pemberian kecakapan apakah yang akan di berikan kepada siswa?
  4. Bagaimanakah cara mengelola pembelajaran yang efektif itu?

1.3 Tujuan Penulisan

  1. Ingin mengetahui prinsip-prinsip apa saja yang akan dipakai dalam mengelola pembelajaran.
  2. Ingin mengetahui pengalaman belajar yang begaimanakah yang akan diberikan kepada siswa.
  3. Ingin mengetahui pemberian pengembangan kepada hidup apakah yang akan di berikan kepada siswa.
  4. Ingin mengetahui bagaimanakah cara mengelola pembelajaran secara efektif itu.

1.4 Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode litelature (Research Liberary ) dimana pengambilan materi yang dibahas diambil dari buku-buku yang ada kaitnnya dengan masalah yang dibahas.

1.5 Sistematika Senulisan

Sistematika penulisan makalah ini meliputi

BAB I PENDAHULUAN : Latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan

BAB II

MENGELOLA PEMBELAJARAN SECARA EFEKTIF

2.1 Pengertaian Pengelolaan Pembelajaran

Dalam struktur berbasis kompetensi tingkat satuan pendidikan, kegiatan merupakan salah satu komponen yang harus ada, selain kurikulum dan hasil belajar penilaian ber basis kelas dan pengelolaan kurikulum berbasis madrasah, kegiatan pengeolaan pembelajaran merupakan gagasan-gagasan pokok tentang kegiatan pembelajaran yang akan dijadikan sebagai pedoman untuk tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ditetapkan serta memuat gagasan-gagasan pedagogis dan andra gogis untukmengelola pembelajaran agar berjalan secara efektif dan efisien

Karena itu dalam makalah ini, akan dimuat perinsip-perinsip pokok dalam kegiatan pembelajaran penyediaan pengalaman belajar, mengembangkan keterampilan hidup (Life Skill), siswa pengelolaan kelas, pegelolaan siswa, pengelolaan pembelajaran, pengelolaan isi atau materi pembelajaran dan pengelolaan sumber belajar.

2.2. Prinsip-prinsip pengelolaan pembelajaran.

Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam rangka membangun makna atau pemahaman karenanya dalam pembelajaran guru perlu memberikan motivasi kepada siswa untuk menggunakan potensi dan otoritas yang dimiliknya, untuk membangun suatu gugusan, pencapaian keberhasilan belajar tidak hanya menjadi tanggungjawab siswa, tetapi guru ikut bertanggungjawab untuk menciptakan motivasi yang mendorong prakarsa motivasi siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan sepanjang hayat, oleh karena itu, dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran, guru harus memperhatikan beberapa prinsi, kegiatan pembelajaran sebagai berikut:

1. Berpusat pada siswa

Setiap siswa pada dasarnya berbeda, dan telah ada dalam dirinya minat (Interest) kemampuan (Ability), kesenagan (Preference), pengalaman (Experience), dan cara belajar (Learning Style) yang beda antara siswa yang satu dengan yang lainnya.

2. Pembalikan makna belajar

Dalam konsep tradisional belajar hanyalah diartikan penerimaan informasi oleh peserta didik dan sumber belajar dalam hal ini guru, dalam kurikulum berbasis kompetensi makna belajar tersebut harus dibalik dimana belajar diartikan merupakan proses aktivasi dan kegiatan siswa dalam membangun pengetsahuan dan pemahaman terhadap informasi atau pengalaman.

3. Belajar dengan melakukan

Pada hakikatnya dalam kegiatan belajar siswa melakukan aktivitas-aktivitas. Aktivitas siswa akan sangat ideal bila dilakukan dalam kegiatan nyata yang melibatkan dirinya, terutama untuk mencari dan menemukan, serta mempraktekannya sendiri.

4. Mengembngakan kemampuan sosilal kognitip dan emosional

Dalam kegaiatan pemelajar siswa siswa harus dikondisikan dalam suasana interaksi dengan orang lain seperti antara siswa dengan guru.

5. Mengembangkan keingintahuan dan fitrah bertahun

Manusia terlahir memiliki rasa ingin tahu dan imajinasi yang dimiliki siswa merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri, dan kreatif.

6. Mengembangkan pemecahan masalah

Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang akan dihadapkan kepada berbagai permasalahan yang harus dipecahkan.

7. Mengembangkan kreatifitas siswa

Siswa memiliki potensi yang ber berbeda perbedaan itu terlihat dalam pola pikir daya imajinasi fantasi dan hasil karyanya karena itu, kegiatan pembelajaran perlu dipilih dan dirancang agar memberikan kesempatan dan kegiatan kreasi secara berkesinambungan dalam rangka mengembngakan kreatifitas siswa.

8. Mengembangkan kemampuan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi

Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan dan penyempurnaan. Agar ilmu pengetahuan dan teknologi yang diproduksi manusia dapat dimanfaatkan oleh manusia pada umumnya serta siswa pada khususnya. Siswa perlu mengenal dan mampu menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi sejak dini serta tidak gagap terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.

9. Menumbuhkan kesadaran sebagai warga Negara yang baik

dalam kegiatan pembelajaran siswa perlu diberikan wawasan nilai-nilai sosial kemasyarakatan, patriotisme dan semangat cinta tanah air yang dapat membekali siswa agar menjadi warga Negara yang bertanggung jawab serta memiliki semangat nasionalisme dan kebangsaan.

10. Belajar sepanjang hayat

Belajar sepanjang hayat sangat diperlukan karena dunia pada dasarnya terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan terutama dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut manusia untuk belajar dan terus belajar agar dapat mengerti dan memahami serta menguasainya.

11. Perpaduan kemandirian dan kerjasama

Kompetisi yang sehat, kerjasama dan solidaritas perlu dikembangkan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran dengan pemberian tugas-tugas individu untuk menumbuhkan kemandirian dan semangat kompetensi maupun tugas kelompok untuk menumbuhkan kerjasama dan solidaritas.

2.3 Pemberian pengalaman belajar kepada siswa untuk materi pelajaran yang memerlukan

Prasarat tertentu serta pendekatan dan penyajian secara spiral (mudah ke sukar, konkrit ke abstrak serta dekat ke jauh). Pemberian pengalaman belajar kepada siswa mengacu kepada empat pilar pendidikan yang dikembangkan badan PBB UNESCO yaitu :

  1. Belajar untuk mengetahui (learning to know)
  2. Belajar untuk melakuka (learning to do)
  3. Belajar untuk diri sendiri (learning to be)
  4. Belajar untuk hidup bersama/kebersamaan (learning to live together)

Menurut pusat kurikulum balitbang Depdiknas ragam pengalaman belajar yang dapat diberikan kepada siswa meliputi :

  1. Pengalaman mental
  2. Pengalaman fisik
  3. Pengalaman sosial

Selanjutnya pusat kurikulum Balitbang Depdiknas mengklasifikasikan pengalaman belajar dari sudut kekongkritan sudut keabstrakan ke dalam :

  1. Situasi nyata
  2. Situasi buatan
  3. Audio visual
  4. Visualisasi verbal
  5. Audio verbal

2.4 Perkembangan kecakapan hidup (life skill)

Pemberian dan pengembangan life skill yang diberikan kepada siswa bertujuan untuk:

  1. Memfungsikan pendidika sesuai fitrahnya yaitu mengembangkan fitrah manusiawi peserta didik yang akan memegang peran penting di masa yang akan datang.
  2. Memberi peluang kepada lembaga pelaksana pendidikan agar dapat mengembangkan pembelajaran secara feksibel
  3. Memberi bekal kepada tamatan dengan kecakapan hidup yang dibutuhkan, agar kelak mampu menghadapi dan memecahkan permasalahan hidup serta kehidupan.

Adapun pemberian dan pengembangan life skill kepada siswa sangat diperlukan karena berbagai alas an sebagai berikut :

  1. Untuk sukses dalam kehidupannya siswa harus deibekali dengan keterampilan-keterampilan hidup seperti :

a. Disiplin

b. Jujur

c. Amarah

d. Cerdas

e. Sehat dan bugar

f. Pekerja keras

g. Pandai mencari dan memanfaatkan peluang

h. Mampu bekerjasama dengan orang lain

  1. Dengan keterampilan hidup yang diberikan di sekolah diharapkan adanya kesesuaian antara keterampilan-keterampilan hidup yang telah diberikan dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak setelah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan

Secara umum kecakapan hidup dibedakan menjadi dua, yaitu :

1. Kecakapan hidup umum (general life skill), meliputi :

1. Kesadaran diri

2. Kecakapan berfikir

3. Kecakapan komunikasi

4. Kecakapan kerjasama

2. Kecakapan hidup khusus (specific life skill)

1. Kecakapan akademik (berfikir ilmiah). Adapun yang termasuk kemampuan berfikir ilmiah adalah :

a. Identifikasi variabel

b. Merumuskan hipotesis

c. Melaksanakan penelitian

2. Kecakapan vokasional adalah :

a. Kecakapan memanfaatkan teknologi

b. Mengelola sumber daya

c. Bekerja sama dengan orang lain

d. Memanfaatkan informasi

e. Menglola system

f. Berwira usaha

g. Kecakapan kejuruan

h. Memilih dan mengembangkan karir

i. Menjaga keharmonisan dengan lingkungan

2.5 Mengelola pembelajaran secara efektif

1. Pengelolaan kelas/tempat belajar

Pengelolaan kelas merupakan upaya mendayagunakan potensi kelas dengan cara melakukan seleksi terhadap penggunaan alat-alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas, pengelolaan kelas seperti :

a. Pengelolaan meja dan kursi

1. Aksesibilitas Yaitu Kemudahan siswa untuk menjangkau alat atau sumber belajar lainnya.

2. Mobilitas : Yaitu kemudahan siswa maupun guru untuk bergerak dari satu bagian kebagian lain dalam kelas.

3. Interaksi Yaitu : Memudahkan terjadinya Interaksi dalam proses pembelajaran.

4. Variasi kerja siswa Yaitu : Memungkinkan siswa dapat bekerja secara perorangan

b. Pengelolaan alat-alat Pengajaran.

1. Perpustakaan Kelas

2. Alat-alat Peragu

3. Papan Tulis dan

4. Papan Presensi Siswa.

c. Penataan keindahan dan kebersihan kelas

1. Hiasan dinding

2. Penempatan lemari buku

3. Pemeliharaan kebersihan diatur secara bergiliran/system piket

d. Ventilasi dan tata cahaya

Untuk ventilasi sebaiknya berada disisi kiri maupun kanan ruangan dan bila perlu digunakan lampu listrik dengan kekuatan watt yang dibutuhkan

e. Pajangan kelas

Pajangan kelas hasil karya siswa harus dipilih secara selektif, disesuaikan dengan nilai estetika serta kebermanfaatan

2. Pengelolaan siswa

Pengelolaan siswa dalam suatu kelas dapat dilakukan secara perorangan, berpasangan, kelompok atau klasikal disesuaikan dengan jenis kegiatan

3. Pengelolaan kegiatan pembelajaran

Ada tiga hal utama yang harus diperhatikan/dilakukan guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran yang meliputi :

1. Penyediaan pertanyaan yang mendorong siswa berfikir

2. Penyediaan umpan balik yang bermakna

3. Penyediaan program penilaian yang mendorong siswa melakukan unjuk kerja

4. Pengelolaan isi/materi pembelajaran

Pengelolaan atau materi pelajaran yang dilakukan oleh guru harus disiapkan dan direncanakan dalam silabus dan system penilaian yang dibuat oleh guru.

5. Pengelolaan sumber belajar

Sumber belajar adalah sumber-sumber yang dapat digunakan secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan siswa lain untuk memudahkan system belajar.

Sumber belajar antara lain :

a. Sumber daya manusia yaitu guru, kepala sekolah dan tenaga pendidik lainnya.

b. Sumber belajar secara fisik adalah perpustakaan, labolatorium serta media cetak dan media elektronik.

DAFTAR PUSTAKA

· Darwyansyah, drs. M.Pd, Dkk, Perencanaan system pengajaran PAI, Jakarta, 2006, Faza Media

· Departemen Pendidikan Nasional, Pedoman Implementasi, “Kecakapan hidup dalam kurikulum 2004 di sekolah menengah pertama, Jakarta, 2005, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

· Roestiyah, Dra. Strategi belajar mengajar, Jakarta, 1998, PT Rineka Cipta

· Departemen pendidikan Nasional, perencanaan Pembelajaran, Jakarta, 2003, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan menengah, Direktorat Tenaga kependidikan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar