Senin, 23 Mei 2011

PENGERTIAN ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Tuhan menciptakan 2 makhluk, yang satu bersifat Anorganis (Benda Mati) dan yang lain bersifat Organis (benda hidup)

Benda yang menjadi pengisi bumi tunduk pada hukum alam (Deterministis) dan mahluk hidup yang tunduk pada hukum kehidupan (biologis) tetapi yang jelas cirri-ciri kehidupan manusia sebagai makhluk yang tertinggi, lebih sempurna dari hewan ataupun tumbuhan.

Dari sekian banyak ciri-ciri manusia sebagai makhluk hidup akal budi dan kemauan keras itulah yang merupakan sikap unik manusia, Rasa ingin tahu juga merupakan ciri khas manusia dan dari situlah Ilmu Pengetahuan Bermula.

Metode ilmiah dipakai hampir di semua bidang pengetahuan karena keunggulan-keunggulan yang dimilikinya, oleh karena itu pemahaman akan metode metode ilmiah ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, pada zaman modern sekarang ini pola penilaian ilmiah merupakan kebutuhan yang sangat esensial bagi mereka yang ingin maju.

B. Perumusan Masalah

Persoalan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Apa dampak ilmu alamiah dan teknologi itu?

2. Bagaiman perkembangan IPA dan teknologi ?

3. Apa dampak teknologi bagi kehidupan ?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata Kuliah “ ILMU ALAM DASAR” yang dibimbing oleh Bapak Nandang Qosim, S.Ag. selaku dosen mata kuliah tersebut.

D. Kegunaan Penulisan

Kegunaan penulisan ini disusun dengan tujuan :

1. Menjelaskan dampak ilmu alamiah dan teknologi

2. Menjelaskan perkembangan IPA dan teknologi

3. Keunggulan dan keterbatasan metode Ilmiah

E. Sistematika Penulisan

Penulisan makalah ini di bagi dalam 5 Bab yaitu :

BAB I Pendahuluan Pada Bab ini kemukakan mengenai, Latar Belakang Masalah, Perumusan, Perumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Kegunaan penulisan dan Sistematika Penulisan.

BAB II Kajian Pustaka, Pada bagian ini dikemukakan tentang, Pengertian Ilmu Alamiah dan Teknologi lahirnya ilmu Alamiah dan sejarah perkembangan IPA.

BAB III Pembahasan tentang peranan dampak Ilmu Alamiah dan teknologi keunggulan dan keterbatasan Metode Ilmiah.

BAB IV Kesimpulan Penutup dan Saran

BAB V Daftar Pustaka

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1. Pengertian Ilmu Alamiah dan Teknologi

Ilmu pengetahuan alam (IPA) ialah ilmu yang membahas alam semesta dan segala isinya,, sedangkan teknologi IPA untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Ilmu Alamiah (IA) sering disebut ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan akhir-akhir ini ada juga yang menyebut ilmu kealaman yang dalam bahasa inggris disebut Natural Science, atau disingkat “Sience” dan dalam bahasa Indonesia sudah lazim digunakan istilah sains.

Ilmu alamiah merupakan pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk Bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip , ilmu alamiah dasar (Basic Natural Sience) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip dasar yang esensial saja.

H.W Fowler mengatakan bahwa IPA adalah ilmu yang sistematis dan dirumuskan yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi sedangkan Nokes di dalam bukunya “Sience” In Education menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus.

Memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan atas pengamatan percobaan-percobaan terhadap gejala gejala alam. Betapapun indanya suatu teori. Dirumuskan, tidaklah dapat dipertahankan kalau tidak sesuai dengan hasil-hasil pengamatan/observasi, fakta-fakta tentang gejala kebendaan/alam diselidiki, dan diuji berulang-ulang melalui percobaan-percoban (Experimen) kemudian berdasarkan hasil eksperimen itulah dirumuskan keterangan ilmiahnya (Teorinya) teoripun tidak dapat berdiri sendiri, teori selalu didasari oleh suatu hasil pengamatan.

2. Lahirnya Ilmu Alamiah

Manusia sebagai makhluk hidup melalui panca inderanya memberikan tanggapan terhadap semua rangsangan, termasuk gejala di alam semseta ini, tanggapan terhadap gejala-gejala atau peristiwa alam merupakan suatu pengalaman.

Perngalaman merupakan salah satu cara terbentuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta, pengalaman itu akan bertambah terus selama manusia ada di muka bumi dan mewariskan pengetahuan itu kerpada generasi berikutnya, pertumbuhan pengetahuan (Knowledge) didorong oleh :

  1. Dorongan untuk memuaskan diri yang bersifat non praktis atau teoritis kuriositas dan memahami hakikat alam semesta dan isinya.
  2. Dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi.

Kedua dorongan itu menumbuhkan kemajuan ilmu pengetahuan dorongan pertama menuju limu pengetahuan murni (Pure Science) Sedangkan dorongan kedua menuju ilmu pengetahuan tarapan (Applied Science).

Ilmu Alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis, Artinya, kegiatan manusia yang tidak ada hentinya, dari hasil percobaan akan menghasilkan konsep selanjutnya konsep tersebut mendorong dilakukannya percobaan berikutnya dan seterusnya.

3. Sejarah Perkembangan IPA

Dengan bertambah majunya alam fikiran dan makin berkembangnya cara-cara penyelidikan manusia dapat menjawab tanpa mengarang mitos, berkat pengamatan yang sistermatis, kritis dan makin bertambahnya pengalaman yang diperoleh, lambat laun manusia berusaha mencari jawaban secara Nasional dalam menyususun pengetahuan, kaum nsaionalis menggunakan penalaran deduktif dan penalaran indukktif.

Penalaran deduktif ialah cara berfikir yang bertolak belakang dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus.

Sedangkan penalaran induktif (empiris) ialah cara yang berfikir dengan menarik kseimpulan umum dari pengalaman atas gejala yang bersifat khusus, karena himpunan yang diperoleh dari penalaran deduktif dan induktif tidak dapat diandalkan sebagai ilmu pengetahuan maka muncullah ilmu yang secara teoritis didapat dari pengamatan dan eksperimentasi terhadap gejala-gejala alam konsep itu disebut ilmu pengetahuan alam, perkembangan ilmu pengetahuan menjadi berbagai disiplin ilmu.

BAB III

PEMBAHASAN

A. PERANAN DAN DAMPAK ILMU ALAMIAH DAN TEKNOLOGI

1. Peranan ilmu Alamiah dan Teknologi

Dalam kehidupan manusia dewasa ini tidak terlepas dari ilmu alamiah dan ilmu terapannya berupa teknologi, dalam berbagai bidang, misalnya ilmu kedokteran dan ilmu farmasi (Obat-Obatan) merupakan cabang dari biologi sebagai ilmu terapan, Pakaian, jam tangan, pensil atau pulpen yang kita pakai sehari-hari adalah hasil dari teknologi.

Peranan ilmu alamiah dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sangat terasa yang berperan dalam kehidupan antara lain adalah.

Materi, yaitu apa saja yang mempunyai masa dan menepati ruang sedangkan energi adalah suatu tenaga yang bisa memindahkan mteri dari suatu tempat ke tempat yang lain, energi terdapat dalam berbagai bentuk, misalnya energi panas, energi cahaya, energi gerak, energi listrik, energi kimia dan sebaginya.

Energi dapat dirugah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain, energi itu kekal adanya, energi listrik sangat penting bagi kehidupan manusia dan dapat diambil melalui berbagai cara antara lain :

1. PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)

Prinsipnya adalah energi potensial dari air danau diubah menjadi energi listrik melalui turbin yang mengerakan generator

2. PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel)

Prinsipnya, Mesin Diesel menggerakan generator listrik

3. PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Prinsipnya, Reksi Nuklir menghasilkan energi panas, energi panas ini menjadi energi mekanik melelui penguapan air, turbin uap berputar menggerakan generator listrik.

MESIN-MESIN HASIL PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Diantaranya :

a. Mesin Bakau

b. Mesin Diesel

c. Jet

d. Roket dan Nuklir

2. Dampak Ilmu Alamiah Dan Teknologi Bagi Kehidupan

Dampak atau efek dari ilmu alamiah dan teknologi yang telah dikembangkan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan sehingga lebih mudah dan menyenangkan dapat bersifat Negatif karena menimbulkan akibat sampingan, akibat negatif itu bila dibiarkan akan membawa malapetaka, oleh karena itu manusia setelah mengetahui beberapa hasil ilmu alamiah dan teknologi mencoba mengatasi juga dengan Imu Alamiah dan teknologi yang baru.

Dampak teknologi IPA terhadap kelangsungan hidup manusia meliputi hampir semua aspek kehidupan Contohnya : Sandang, Papan dan Pangan, Teknologi IPA tidak hanya meningkatkan kualitas tetapi juga kuantitas sandang dan papan, sementara untuk pangan teknologi IPA dapat meningkatkan produksi dengan diciptakannya Bibit Unggul yang berumur singkat dengan produksi yang tinggi, terhadap sumber daya alam, kemajuan teknologi memberikan sumbangan dalam mencari alternatif lain, pengganti sumber energi, yang semakin terbatas jumlanya.

Teknologi juga memberikan alternatif dalam mengelola dan memproses sumber daya alam sehingga dapat menurunkan kerusakan serta populasi yang ditimbulkan oleh peruses produksi,

Di semu bidang Industri, teknologi IPA memiliki peran yang sangat besar meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak dampak negatif yang ditimbulkannya.

Pesatnya perkembngan teknologi IPA dapat dilihat pengarunya pada transportasi dan komunikasi, jarak yang sangat jauh sudah tidak lagi merupakan kendala, semua itu dapat dijangkau dalam waktu yang singkat.

Penggunaan teknologi IPA sangatlah tergantung pada niat manusia itu sendiri, sebab di samping sangat menggantungkan dan mempermudah kegiatan manusia manusia teknologi juga dapat merupakan malapetaka bila digunakan untuk maskud yang tidak baik.

IPA dan teknologi memiliki banyak dampak positif maupun negatif bagi kelangsungan hidup manusia, beberapa dampak positifnya adalah maningkatkan kemakmuran, misalnya dengan teknologi modern dapat diperoleh bahan dasar untuk keperluan industri, mendapatkan bibit unggul memangaatkan hutan sesuai dengan jenis dan fungsinya, Mempermudah menghitung, berkomunikasi, transportasi dan sebaginya.

Dalam bidang kesehatan pun teknologi sudah sangat berperan dalam menyembuhkan, mengobati bahkan mencegah berkembangnya suatu penyakit sementara itu, dampak negatifnya dapat berupa penyempitan lapangan pekerjaan merusak lingkungan, terutama untuk teknologi Nuklir atau teknologi yang menggunakan zat Radioaktif serta juga menimbulkan beberapa penyakit baru yang sulit diobati dan berbahaya.

B. SIKAP ILMIAH

Salah satu tujuan mempelajari ilmu alamiah adalah pembentukan sikap ilmiah, untuk membuat kriteria yang tepat memang sukar tetapi berdasarkan beberapa literatur dirumuskan sebagi berikut :

1. Memiliki rasa ingin tahu atau kurositas yang tinggi dan kemampuan belajar yang besar.

Seseorang yang memiliki sikap ilmiah apabila melihat peristiwa atau gejala alam akan langsung terangsang untuk ingin tahu lebih lanjut mengenai apa, bagaimana dan mengapa peristiwa itu/gejala itu terjadi dengan pertanyaan-pertanyaan itu berarti ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi lalu ia akan mencari informasi melalui bergbabai sumber dan melakukan penelitian agar semua pertanyaanya dapat terjawab.

2. Tidak dapat menerima kebenaran tanpa bukti

Seorang yang memiliki sikap ilmiah tidak begitu saja menerima kebenaran isu atau berita dengan tanpa bukti dan dalam diskusi ilmiah setiap pendapat atau gagasan harus disertai data dan cara data itu diperoleh sehingga dapat di verivikasikan atau di cek kemabali

3. Jujur

Seorang ilmuan wajib melaporkan hasil penelitiannya/pengamatannya secara objektif, seorang ilmuan dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja tidak lebih jujur dari manusia lainnya, namun dalam penela’ahan ilmiah ada hal-hal yang memaksa ilmuan untuk berlaku jujur karena itu laporan ilmuan haruslah dibuat sejujur-jujurnya dan penelitian menjadi terbuka.

4. Terbuka

Seorang ilmuwan mempunyai pandangan luas, terbuka dan bebas dari praduga, ia meyakini bahwa prasangka kebencian, baik pribadi maupun golongan serta pembunuhan adalah sangat kejam, ia tidak akan memperoleh dugaan bagi buah fikirannya atas dasar prasangka, ia akan berusaha terus mengetahui kebenaran tentang Alam, Materi, Modral, Poloitik, Ekonomi dan hidup, ia tidak akan meremehkan suatu gagasan baru ia akan menghargai, suatu gagasan baru dan mengujinya sebelum di diterima atau di tolak, jadi ia terbuka akan pendapat orang lain.

5. Toleran

Seorang Ilmuwan tidak merasa ia paling hebat ia bahkan bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin saja benar ia bersedia menerima gagasan orang lain mungkin lebih banyak pengetahuannya, bahwa pendapatnya mungkin saja salah ia bersedia menerima gagasan orang lain setelah itu di uji dalam usaha menambah ilmu pengetahuan, ia bersedia belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan orang lain dan ia tidak memaksakan suatu pendapat kepada orang lain, ia memiliki sikap toleran dan tenggang rasa yang tinggi dan jauh dari sikap angkuh.

6. Skepitis

Ilmuwan pencari kebernaran akan hati-hati meragui atau skeptis ia akan menyelidiki bukti-bukti yang melatar belakangi suatu kesimpulan ia tidak akan sinis tetapi kritis untuk memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan tanpa di dukung bukti yang kuat,

Sikap skeptis iniperlu dikembangkan oleh orang yang berminat memecahkan masalah, bila ia tidak kritis mengenai setiap informasi yang diperoleh, mungkin ada informsi yang salah sehingga menimbulkan akibat suatu kesimpulan yang salah karena itu setiap informasi peril di uji kebenarannya atau di cek informasi memerlukan verivikasi.

Setelah bukti-bukti cukup, ilmuwan baru mengambil kesimpulan dan akhirnya memberikan keputusan.

Setelah bukti-bukti cukup, ilmuwan baru mengambil kesimpulan dan akhirnya memberikan keputusan.

7. Optimis

Seorang ilmuwan selalu berpengharapan baik, ia tidak akan mengatakan bahwa sesuatu itu tidak dapat dikerjakan tetapi ia akan mengatakan “berikan saya kesempatan untuk memikirkan dan mencoba mengerjakan” ia selalu optimis.

8. Pemberani

Ilmu pengetahuan merupakah hasil usaha keras dan sifatnya pribadi ilmuwan sebagai pencari kebenaran akan berani melawan semua ketidak benaran, penipuan, kepura-puraan, kemunafikan dan kebatilan yang akan menghambat kemajuan.

C. KEUNGGULAN DAN KETERBATASAN METODE ILMIAH

1. Keunggulan

Ilmu pengetahuan (termasuk IPA) yang sifatnya objektif, metode sistematik dan berlaku umum itu akan membimbing kita pada sikap ilmiah yang terpuji sebagai berikut :

a) Mencari kebenaran yang objektif, bersikap adil, dan itu semua akan menjurus ke arah hidup yang bahagia.

b) Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak absolut, hal ini dapat menjurus kea rah mencari kebenaran it uterus menerus

c) Dengani ilmu pengetahuan orang lalu tidak percaya pada takhayul astrologi ataupun karena untung-untungan segala sesuatu di alam semseta ini terjadi melalui suatu proses yang teratur.

d) Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak ilmu pengetahuan yang kita peroleh tentunya akan sangat membntu pola kehidupan kita.

e) Ilmu pengetahuan mebimbing kita untuk tidak berfikir secara prasangka, tetapi, berfikir secara terbuka dan objektif suka menerima pendapat orang lain atau toleran.

f) Metode ilmiah membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata.

g) Metode ilmiah juga membimbing kita selalu bersikap optimis teliti dan berani membuat sutu pernyataan yang menurut keyakinan iliah itu benar.

2. Keterbatasan

Dengan metode ilmiah dapat menghasilkan pengetahuan yang ilmiah, kita telah mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan, kita mengetahui pula bahwa panca indera kita juga memiliki ketarbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta, sehingga tidak disanksikan lagi bahwa fakta-fakta yang dikumpulkan adalah keliru, sehingga kesimpulan yang diambil dari fakta-fakta yang keliru itu itu akan keliru, jadi kesimpulan keliru dari suatu metode ilmiah akan ada terus.

Oleh karena itu semua kesimpulan ilmiah dengan kata lain, kebenaran ilmu pengetahuan (Termasuk IPA) bersifat panatif Artinya : sebelum keenaran ilmu yang dapat menolak menolak kesimpulan itu, maka ksimpulan itu dianggap benar, sebaliknya kesimpulan ilmiah yang akan/dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebernaran ilmu yang baru, sehingga tidak mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah sesuai dengan pengetahuan yang didapat dari wahyu ilahi.

Kebenaran dan pengetahuan ini bersifat mutlaq, artinya tidak akan berubah sepanjang masa.

Metode ilmiah memang tidak sanggup menjangkau untuk menguji adanya tuhan, metode ilmiah juga tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan berkenaan dengan baik dan buruk atau sistem nilai, juga tidak dapat menjangkau tentang seni keindahan.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Dampak atau efek dari ilmu alamiah dan teknologi yang telah dikembangkan manusia sangatlah menguntungkan bagi manusia itu sendiri, seperti halnya tumbuhan, hewan ternak, di perlukan juga dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia, dengan adanya ilmu alamiah dan teknologi dapat terfikirkan oleh manusia mengenai perkembangan Bio Tekologi, yang sebelumnya jauh dari hasil pemikiran manusia sehingga dapat menghasilkan hewan-hewan yang berkualitas lebih baik.

Selain itu ilmu alamiah dan teknologi telah memberikan sumbangan yang besar dalam bidang transportasi, misalnya berupa mobil, kreta api, kapal laut dll.

Dari komponen hasil ilmu alamiah dan teknologi pada umumnya adalah positif, meskipun kadang-kadang tampak dampak sosial yang negatif juga, misalnya, terdapat kecenderungan penggunaan hasil industri tidak efisien karena harganya murah para industri-industri yang banyak menggunakan bahan kimia, misalnya, industri penyamakan kulit, industri kertas, industri tekstil dan sebagainya, yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekelilingnya apabila limbah dibuang langsung tanpa mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku mak akan berdampak negative bagi lingkungan sekelilingnya.

Oleh karena itu kita mengharapkan pembungan limbah industri yang tampak makin meningkat pada masa pembangunan saat ini tidak akan membawa pengaruh negatif.

DAFTAR PUSTAKA

· Ahmadi Abu H. Drs. Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta : Rineka Cipata 2000

· W. Hawking Stephen, Teori Segala Sesuatu, Yogyakarta, Pustaka Belajar, 2004

· Darmojo Hendro, M. A Drs dan Kligis Yeni M. Sc, Dua Ilmu Alamiah Dasar, Universitas terbuka 1994

· Jasim Maskoeri Drs, Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

· Jasim Maskoeri, Drs, Ilmu Alamiah Dasar

Direvisi Oleh : H. Ibrahim Muslim, Prof. Dr. M.Pd

: Tamrin Hidayat Muhammad Drs, M.Kes

: Jakarta PT. Raja Grapindo Persada, 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar